KITA ADALAH MAGNET POSITIF

Tau kan magnet itu apa? Magnet adalah benda yang dapat menarik sesuatu, dan memiliki dua kutub yaitu kutub negative dan kutub positif. Nah udah paham belum? Kalo belum bias diperjelas lagi nih sama semesta. Jadi kita itu sebagai magnet karena kita dapat menarik sesuatu yang kita pikirkan jadi tergantung apa yang kita pikirkan dapat kita datangkan ke hidup kita. Pastinya kita mau menarik hal-hal yang positif dong maka dari itu pikirkan dan fokuskan lah ke hal yang positif karena kita bias mengontrol pikiran kita.

Ada tiga jenis makhluk hidup yang Tuhan ciptakan untuk mengisi Bumi yaitu hewan, tumbuhan, dan manusia. Namun, dari ketiganya, hanya manusia yang diberikan akal dan pikiran. Pikiran menjadi suatu anugerah bagi manusia yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Selain pikiran, Tuhan juga memberikan manusia kehendak bebas. Tuhan tidak menciptakan manusia sebagai robot yang kaku. Manusia memiliki pilihan untuk melakukan berbagai kehendak, termasuk dalam berpikir.

Ada dua jenis pikiran: pikiran postif dan pikiran negatif. Pikiran postif tentu memberikan pengaruh yang baik bagi kehidupan manusia. Pikiran positif menyediakan semangat dan rasa optimis untuk menjalani hidup. Dan pikiran positif membuat perasaan kita semakin baik, perasaan baik mampu menarik kondisi yang kita inginkan dalam kehidupan (contoh kondisi hidup berkelimpahan) Sebaliknya, pikiran negatif memberikan pengaruh yang buruk. Pikiran negatif hanya menyediakan rasa pesimis dan malas dalam menjalani hidup.  Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa pikiran negatif selalu siap untuk menghantui kita. Kemanapun kita pergi, dimanapun kita berada, pikiran negatif itu akan selalu datang. Ketika Anda merasa buruk atau merasakan emosi negatif, dengarkan sinyal yang Anda terima dari Semesta. Pada saat itu juga Anda akan menghalangi kebaikan mendekati Anda karena Anda sedang berada di suatu frekuensi negatif. Ubahlah pikiran Anda dan pikirkan sesuatu yang baik. Ketika perasaan-perasaan yang baik mulai datang, Anda akan mengetahuinya karena Anda sudah memindahkan diri ke suatu frekuensi yang baru, dan Semesta telah mengukuhkannya dengan perasaan yang lebih baik.

Ayat Alkitab tentang pikiran negatif ini menjadi salah satu nasihat terakhir bagi Euodia dan Sintikhe di Filipi. Inti dari perikop nasihat-nasihat terakhir (Filipi 4:2-9) ini adalah bagaimana untuk menjaga damai sejahtera. Pada awal perikop ini, Paulus mengingatkan Euodia dan Sintikhe untuk sehati sepikir dalam Tuhan (Filipi 4:2). Frasa “Jadi akhirnya” menunjukkan ayat 8 ini sebagai rangkuman dari perikop.

Semua yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, kebajikan dan patut dipuji merujuk kepada segala sesuatu yang sehati dan sepikir dalam Tuhan. Tentu saja pikiran negatif tidak termasuk dalam hal tersebut. Oleh karena itu, sebagai orang Kristen, kita perlu untuk mengusir pikiran negatif yang datang ke kita. Ingatlah bahwa kita harus menjadi sehati sepikir dalam Tuhan. Dengan mengusir pikiran negatif tersebut, Allah, sang sumber damai sejahtera, akan menyertai kita (Filipi 4:9).

2 Korintus 10:5

Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,

Perikop berjudul “Sikap Paulus” ini merupakan pernyataan sikap Paulus terhadap komentar sekelompok rasul tentang dirinya. Para rasul berpikir bahwa Paulus hanya berani bersikap tegas dan keras lewat surat. Namun, Paulus menjelaskan bahwa bukan sikap tegas dan keras yang penting untuk diingat. Hal yang penting untuk diingat adalah ketika memberitakan Injil, pikiran-pikiran Allah yang perlu kita ungkapkan, bukan cari aman.

Para rasul seharusnya berani untuk mengenalkan Allah dengan cara bagaimanapun yang sesuai dengan keinginan Allah. Salah satu hal yang perlu dilakukan untuk dapat melakukan ini adalah menaklukkan pikiran kepada Kristus sehingga Kristus saja yang memenuhi pikiran. Ini sudah menjadi etika pelayanan Kristen.

Hukum tarik-menarik mengatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan, jadi ketika Anda memikirkan suatu pikiran, Anda juga menarik pikiran-pikiran serupa ke diri Anda. Berikut ini adalah beberapa contoh yang mungkin pernah Anda alami dari hukum tarik menarik dalam hidup Anda: Pernahkah Anda mulai memikirkan sesuatu yang tidak terlalu Anda sukai, dan semakin Anda memikirkannya, tampaknya semakin memburuk? Ini disebabkan ketika Anda memikirkan sebuah pikiran, hukum tarik-menarik segera mendatangkan lebih banyak pikiran yang serupa kepada Anda. Dalam hitungan menit, Anda sudah mendapatkan begitu banyak pikiran tidak menyenangkan yang serupa dan membuat situasi tampak memburuk. Semakin Anda memikirkannya, semakin kesallah Anda. Mungkin Anda pernah mengalami penarikan pikiran-pikiran yang serupa ketika Anda mendengarkan sebuah lagu, dan kemudian Anda menemukan bahwa lagu itu terus melekat di benak Anda. Lagu itu terus diputar dalam kepala Anda. Ketika Anda mendengarkan lagu itu, meskipun mungkin Anda tidak menyadarinya, Anda memberinya perhatian yang penuh serta memusatkan pikiran padanya. Ketika Anda melakukan hal ini, Anda menarik lebih banyak pikiran yang serupa dengan lagu itu, dan dengan demikian hukum tarik-menarik mulai bertindak dan mendatangkan lebih banyak pikiran tentang lagu itu, lebih dan lebih lagi.

Ketika Anda membayangkan diri berada dalam kelimpahan, dengan sadar dan kuat Anda menentukan hidup Anda melalui hukum tarik-menarik. Memang semudah ini. Tetapi, pertanyaan selanjutnya adalah, “Mengapa tidak setiap orang menjalani hidup yang mereka impikan?” Jawabannya yaitu karena mereka tidak tahu cara mengontrol pikiran mereka.




DONASI VIA PAYPAL Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi Anda membantu Admin untuk lebih giat lagi dalam membagikan template blog yang berkualitas. Terima kasih.
Postingan Lebih Baru Postingan Lebih Baru

Postingan lainnya

Komentar

Posting Komentar